Dalam dunia digital marketing, Call to Action atau CTA memegang peranan penting. Meski sering kali hanya berupa tombol atau kalimat singkat, CTA bisa menjadi penentu apakah pengunjung situs kamu akan melakukan tindakan yang kamu inginkan atau justru pergi begitu saja.
Namun, sering kali kita sebagai pembuat konten merasa kehabisan ide saat harus menulis CTA yang menarik dan mampu mengonversi.
Kali ini kita akan bahas tips, trik, dan strategi yang bisa membantu kamu keluar dari kebuntuan menulis dan menciptakan CTA yang efektif. Berikut adalah beberapa hal penting yang bisa kamu terapkan.
Langkah pertama yang harus kamu lakukan sebelum mulai menulis adalah memahami dengan jelas apa tujuan dari pesan yang ingin kamu sampaikan. Apakah kamu ingin mengumpulkan leads? Meningkatkan jumlah pelanggan? Atau mengarahkan lebih banyak trafik ke website kamu?
Apapun tujuannya, pastikan CTA yang kamu buat selalu relevan dan mendukung tujuan tersebut. Sebuah CTA yang efektif tidak hanya sekadar ajakan, tetapi juga menjadi penghubung antara pesan kamu dengan tindakan yang diambil oleh audiens.
Maka dari itu, langkah menentukan tujuan dan sasaran ini sangat penting, demi mencapai pesan yang ingin disampaikan kepada audiens.
Kamu tidak perlu menulis paragraf panjang untuk membuat CTA yang efektif. Satu kalimat pendek bisa lebih berdampak dibandingkan ajakan yang bertele-tele. Kamu bisa lihat contoh dari Wix.com mereka membuat CTA yang langsung to the point dan hasilnya lebih mudah dipahami pengunjung.

CTA yang baik memberi tahu secara jelas apa yang ditawarkan dan tindakan apa yang diharapkan dari pengunjung. Misalnya, “Mulai Belanja Sekarang” atau “Dapatkan Diskon 20%” kalimat-kalimat sederhana ini, langsung mengajak audiens untuk bertindak.
Setiap orang yang mengunjungi website kamu tentu bertanya-tanya, "Apa untungnya buat saya?" Maka dari itu, penting bagi kamu untuk menonjolkan manfaat yang mereka dapatkan saat mengikuti ajakan kamu.
Contohnya, jika kamu ingin mengumpulkan alamat email, tawarkan sesuatu sebagai imbalannya entah itu diskon, e-book gratis, atau akses ke konten eksklusif.
Kalimat singkat yang memuat manfaat seperti ini akan jauh lebih menarik dibandingkan ajakan yang bersifat umum.
Hindari penggunaan kata-kata umum seperti “Berlangganan” atau “Daftar” tanpa penjelasan lebih lanjut. Pengunjung butuh kejelasan, mereka ingin tahu apa yang akan mereka dapatkan saat mengklik tombol tersebut.
Misalnya, daripada hanya menulis “Daftar”, lebih baik gunakan “Daftar dan Dapatkan Diskon 20% Hari Ini”. Karena, hal ini jauh lebih jelas dan memberikan alasan bagi pengunjung untuk melakukan tindakan.
Selain teks, desain CTA juga sangat berpengaruh terhadap efektivitasnya. Beberapa diantaranya dapat kamu terapkan sebagai berikut :
Warna : Pastikan warna CTA kamu menonjol dan kontras dengan latar belakang. CTA yang warnanya menyatu dengan background akan sulit terlihat. Pilih warna cerah atau yang berbeda, dan jangan lupa lakukan uji coba warna untuk melihat mana yang paling efektif.
Font dan Ukuran : Gunakan font yang konsisten di seluruh website kamu. Konsistensi menunjukkan profesionalitas dan membuat tampilan website lebih rapi.
Untuk ukuran, pastikan headline lebih besar dari teks lainnya, tapi tetap proporsional. Begitu pula dengan tombol ukurannya harus pas, tidak terlalu besar atau terlalu kecil, dan tetap terlihat menonjol.
Kreativitas sering kali menjadi kunci pembeda antara CTA yang biasa-biasa saja dengan CTA yang benar-benar menarik perhatian. Salah satu cara menarik perhatian adalah dengan menggunakan humor.
Humor bisa menjadi cara yang efektif untuk membangun kedekatan dengan audiens, asalkan sesuai dengan karakter bisnis kamu.
Contohnya, kamu bisa membuat headline yang lucu atau kalimat ajakan yang tidak terduga. Namun, penting untuk diingat, tidak semua audiens cocok dengan humor. Karena itu, selalu lakukan pengujian sebelum menerapkannya secara luas.
Apapun strategi yang kamu gunakan, jangan pernah berhenti melakukan uji coba. Setiap bisnis, audiens, dan situasi berbeda-beda.
Apa yang berhasil untuk satu website belum tentu berhasil untuk yang lain. Jadi,
lakukan A/B testing untuk setiap komponen CTA kamu, mulai dari teks, warna, ukuran, hingga gaya bahasa.
Membuat CTA yang efektif memang butuh usaha lebih dari sekadar menulis satu kalimat ajakan. kamu perlu memahami tujuan, menonjolkan manfaat bagi pengunjung, memperhatikan desain visual, dan berani berkreasi.
Hal penentu lainnya adalah jangan pernah berhenti melakukan pengujian! Karena hanya dengan terus mencoba dan menyesuaikan, kamu akan menemukan formula CTA yang paling tepat untuk bisnis kamu.
Jadi, sudah siap mencoba semua tips di atas? Selamat mencoba !
Sumber Photo : Benzoix on Freepik
