Logo Sigrep

Landing page wordpress adalah salah satu elemen paling penting dalam strategi digital marketing. Entah itu untuk jualan produk, mengumpulkan leads, atau promosi layanan.

Yang harus kamu ketahui, landing page yang tepat bisa bikin perbedaan besar dalam hasil konversi. Kabar baiknya, kamu nggak perlu jago coding atau pakai tools mahal untuk membuatnya.

Di artikel ini, kita akan bahas cara mudah membuat landing page WordPress yang bersih, profesional, dan fokus pada konversi. Bahkan kamu bisa melakukannya hanya dengan memanfaatkan fitur bawaan WordPress. Simpel, cepat, dan tetap powerful.

Konsep yang digunakan dalam contoh ini terinspirasi dari metode StoryBrand. Intinya, landing page dirancang seperti sebuah cerita. Saat pengunjung scroll ke bawah, mereka seperti diajak mengikuti alur yang jelas mulai dari masalah, solusi, hingga ajakan bertindak.

Langkah seperti ini membuat pengunjung lebih terhubung secara emosional. Mereka merasa dipahami, lalu diarahkan secara halus untuk mengambil keputusan. Inilah yang bikin landing page jadi lebih “convert”.

Menariknya lagi, semua ini bisa dibuat hanya dengan blok bawaan WordPress. Artinya, kamu bebas mengedit teks, gambar, warna, dan layout sesuai kebutuhan brand kamu.

Kenapa Landing Page Harus Bersih dan Fokus?

Salah satu kesalahan umum saat membuat landing page adalah membiarkan terlalu banyak distraksi. Misalnya masih ada header dengan menu navigasi, judul halaman besar, atau footer penuh link ke mana-mana.

Padahal, tujuan landing page itu hanya satu, yaitu mengarahkan pengunjung ke satu aksi spesifik. Entah itu klik tombol beli, isi formulir, atau daftar email. Semakin banyak distraksi, semakin besar kemungkinan mereka kabur sebelum melakukan aksi.

Solusinya? Gunakan template khusus tanpa header, tanpa footer, dan tanpa judul halaman. Dengan begitu, pengunjung benar-benar fokus pada isi halaman saja.

Di WordPress, ini bisa dilakukan dengan membuat custom template baru. Kamu cukup masuk ke Dashboard, pilih Editor, lalu masuk ke bagian Templates. Dari sana, buat template baru khusus untuk landing page.

Di dalam template itu, tambahkan hanya satu blok penting yaitu Content. Jangan tambahkan header, jangan tambahkan footer. Hasilnya? Saat template ini digunakan, halaman hanya akan menampilkan isi kontennya saja.

Banner-Offer-Sigrepos

Cara Mengganti Template Jadi Landing Page

Setelah template landing page selesai dibuat, langkah berikutnya adalah menerapkannya ke halaman yang kamu inginkan.

Masuk ke halaman yang sudah kamu buat sebelumnya. Biasanya halaman tersebut masih menggunakan template default “Pages” yang otomatis menampilkan header, judul, dan footer.

Di panel pengaturan sebelah kanan, ubah template dari “Pages” menjadi template “Landing Page” yang tadi kamu buat. Setelah itu klik Save.

Saat kamu preview halaman tersebut, kamu akan langsung melihat perbedaannya. Header hilang, footer hilang, judul halaman juga tidak muncul. Tampilannya jadi jauh lebih clean dan profesional.

Inilah tampilan ideal saat kamu mengirim traffic dari email campaign atau iklan. Pengunjung langsung masuk ke konten utama tanpa gangguan apa pun.

Manfaatkan Block Patterns Bawaan WordPress

Sekarang pertanyaannya, bagaimana cara membangun layout landing page dengan cepat?

Kabar baiknya, WordPress versi terbaru sudah menyediakan fitur Block Patterns. Ini adalah layout siap pakai yang bisa langsung kamu klik dan masukkan ke halaman.

Caranya gampang. Klik tanda plus (+) di editor, lalu pilih tab “Patterns”. Di sana ada berbagai kategori seperti Call to Action, Hero Section, Contact, dan lain-lain.

Tinggal klik pattern yang kamu suka, dan layout langsung masuk ke halaman. Kamu bisa tambahkan beberapa pattern sekaligus untuk membangun struktur lengkap: hero section, problem section, testimonial, hingga CTA.

Semua bagian itu sebenarnya hanya kumpulan blok WordPress biasa. Jadi kamu bebas mengedit teksnya, mengganti gambarnya, atau menyesuaikan warna sesuai identitas brand kamu.

Struktur StoryBrand Bikin Konversi Lebih Tinggi

Supaya landing page kamu makin efektif, gunakan struktur berbasis cerita seperti metode StoryBrand.

Biasanya dimulai dengan headline yang kuat dan jelas. Lalu dilanjutkan dengan penjelasan masalah yang dihadapi audiens. Setelah itu, kamu hadir sebagai solusi.

Tambahkan juga bagian yang menjelaskan manfaat, testimoni, dan ajakan bertindak yang tegas. Setiap bagian punya peran penting dalam membangun kepercayaan.

Saat pengunjung scroll ke bawah, mereka seperti sedang membaca cerita yang relevan dengan hidup mereka. Ini membuat mereka lebih nyaman dan lebih mudah mengambil keputusan.

Dengan kombinasi struktur cerita dan desain yang bersih tanpa distraksi, peluang konversi akan meningkat secara signifikan.

Sigrep Promo Hostinger

Cara Cepat Duplikasi Blueprint Landing Page

Kalau kamu ingin lebih praktis lagi, kamu bisa menggunakan blueprint landing page yang sudah jadi, lalu tinggal copy–paste ke website sendiri.

Caranya cukup buka blueprint tersebut di WordPress Playground. Setelah itu, masuk ke mode edit halaman dan klik tiga titik di pojok kanan atas.

Pilih “Copy All Blocks”, lalu kembali ke halaman di website kamu dan tekan Ctrl + V. Selesai! Seluruh struktur landing page langsung terpasang.

Dari situ, kamu tinggal mengganti teks, gambar, dan detail sesuai kebutuhan bisnis kamu. Blueprint-nya sudah siap, tinggal kamu personalisasi.

Metode ini sangat cocok buat kamu yang ingin cepat launching tanpa harus mulai dari nol.

Membuat landing page WordPress yang efektif ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Dengan memanfaatkan template custom, block patterns, dan struktur berbasis cerita, kamu bisa punya landing page profesional dalam waktu singkat.

Yang paling penting, pastikan landing page kamu fokus pada satu tujuan, minim distraksi, dan punya alur cerita yang jelas. Dengan begitu, setiap pengunjung yang datang punya peluang lebih besar untuk berubah menjadi pelanggan.

Sekarang giliran kamu mencoba. Buka WordPress, buat template landing page, susun strukturnya, dan rasakan sendiri bedanya.

Baca Juga : Ini Cara Permudah bisnis dengan Landing Page

Struktur landing page merupakan hal yang pokok sebelum memulai membuat iklan. Tapi, kadang kita selalu bingung untuk memulainya dari mana. Apa yang harus ditampilkan di halaman depan?

Untuk itu, penting bagi kita memahami struktur landing page yang efektif. Dalam artikel ini, saya akan membahas komponen-komponen penting yang wajib ada pada halaman utama website (landing page) agar dapat menarik perhatian.

Selain itu, materi pada landing page yang dibangun harus bisa membangun kepercayaan, dan tentu saja mengonversi pengunjung menjadi pelanggan.

Buat Bagian Hero Menarik Perhatian

Bagian terpenting dari sebuah landing page adalah hero section, bagian paling atas halaman ini yang terlihat sebelum pengunjung mulai menggulir layar. Jika bagian ini tidak mampu menarik perhatian, kemungkinan besar pengunjung akan langsung menutup halaman.

Ada beberapa elemen penting yang harus ada dalam hero section :

Judul yang Menarik dan Menyampaikan Nilai

Judul sebaiknya tidak hanya menjelaskan apa yang kamu lakukan, melainkan nilai unik apa yang kamu tawarkan. Misalnya, bukan sekadar “Saya jual kopi”, tapi “Nikmati kopi khas yang diolah dengan metode artisan untuk pengalaman rasa yang tak terlupakan”.

Baca Juga : Permudah bisnis dengan Landing Page

Subjudul yang Menjelaskan Cara Kerja atau Target Audiens

Subjudul berfungsi untuk mendukung pernyataan utama dan menjelaskan bagaimana kamu mewujudkan janji tersebut. Contohnya: “Kami meningkatkan penjualan bisnis kamu dengan membangun website yang mampu mengonversi pengunjung menjadi pelanggan”.

kamu juga bisa menyebutkan siapa target layanan kamu, seperti “Cocok untuk UMKM dan pengusaha kreatif”.

Visual yang Relevan dan Menarik

Tampilan visual membantu pengunjung membayangkan produk atau layanan kamu. Bila kamu menjual produk fisik, tampilkan produk dalam penggunaannya.

Kemudian, Bila kamu penyedia jasa, tampilkan suasana kerja atau bahkan foto diri kamu agar calon klien merasa lebih dekat secara personal.

Bukti Sosial (Social Proof)

Tambahkan elemen yang menunjukkan bahwa kamu dapat dipercaya, seperti jumlah pelanggan, testimoni, atau logo brand yang pernah bekerja sama dengan kamu. Contohnya: “Lebih dari 5.000 pelanggan puas dengan layanan kami”.

Tombol Aksi (Call to Action/CTA)

Jangan biarkan pengunjung bingung harus apa setelah membaca. Berikan tombol yang jelas seperti “Mulai Sekarang”, “Hubungi Kami”, atau “Pesan Sekarang”. CTA harus mudah ditemukan dan dipahami.

Tampilkan Fitur dan Manfaat

Setelah kamu menarik perhatian melalui hero section, saatnya menjelaskan lebih lanjut bagaimana kamu akan memenuhi janji tersebut. Di sinilah kamu menjelaskan fitur dan manfaat dari produk atau layanan kamu.

Selain itu perlu diingat, fitur adalah spesifikasi teknis, sementara manfaat adalah hasil nyata yang dirasakan pengguna. Misalnya pada mobil listrik :

Gunakan pendekatan seperti permainan Mario: bunga api (fitur) membuat Mario bisa melempar bola api (manfaat). Pastikan pengunjung memahami mengapa fitur-fitur ini penting bagi mereka.

Testimoni dan Pengalaman Pengguna

Setelah menjelaskan manfaat produk atau layanan kamu, perkuat kembali kredibilitas dengan menambahkan testimoni pelanggan, studi kasus, atau review dari pengguna.

Selain itu, kamu bisa juga menampilkan video singkat, kutipan dari klien, atau portofolio keberhasilan proyek yang pernah kamu tangani.

Bukti sosial semacam ini membuat pengunjung merasa lebih percaya dan semakin yakin terhadap produk dan jasa yang kamu tawarkan.

Tanya Jawab Pelanggan

Salah satu bagian yang sering diabaikan namun sangat penting adalah Frequently Asked Questions (FAQ). Bagian ini berfungsi untuk menjawab keberatan atau pertanyaan yang mungkin dimiliki pengunjung sebelum mereka mengambil tindakan.

Anggap saja landing page adalah semacam presentasi penjualan digital. Bila kamu berada di toko, pasti ada staf yang menjawab pertanyaan seperti, “Kalau rusak, bagaimana?” atau “Bisa refund nggak?”.

Nah, pada halaman web atau landing page yang kamu bangun, pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab lewat bagian FAQ. Contohnya :

Dengan menampilkan dan menjawab pertanyaan semacam ini, sama halnya dengan kamu meningkatkan peluang konversi secara signifikan.

CTA Terakhir dan Footer

Setelah semua informasi tersampaikan, berikan ajakan terakhir sebelum pengunjung pergi. Ini bisa berupa CTA yang sama seperti di bagian atas, namun disisipkan kembali agar mereka tahu apa langkah berikutnya.

Langkah terakhir, lengkapi dengan footer, bagian paling bawah yang biasanya berisi navigasi tambahan seperti tautan ke halaman “Tentang Kami”, “Kontak”, “Kebijakan Privasi”, atau formulir untuk berlangganan newsletter.

Hal ini akan membantu pengunjung yang ingin mengetahui lebih banyak atau kembali ke bagian lain dari landing page yang kamu buat.

Struktur landing page yang baik terdiri dari elemen-elemen yang saling mendukung untuk membangun kepercayaan, menyampaikan nilai, dan mendorong pengunjung untuk mengambil tindakan.

Mulai dari judul yang baik, visual yang menarik, hingga bukti sosial dan penanganan, semuanya berperan penting dalam menciptakan pengalaman yang efektif dan meyakinkan.

Semoga panduan ini membantu kamu membangun landing page yang bukan hanya bagus secara visual, tapi juga berfungsi dengan baik untuk tujuan bisnis. Selamat mencoba!

Sumber Photo : PiggyBank on Unsplash

Logo Sigrep Putih
Platform Afiliasi Profesional. Menyajikan konten menarik yang akan menambah wawasan Anda.
© Copyright 2023 - Sigrep - All Rights Reserved
chevron-downcross-circle linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram