
Dalam dunia pemasaran, khususnya digital marketing, ada satu formula klasik yang masih relevan digunakan hingga hari ini. Formula ini dikenal dengan nama Formula AIDA, singkatan dari Attention, Interest, Desire, dan Action.
Jika kamu ingin membuat penawaran produk yang menarik, baik itu lewat website, media sosial, video presentasi, atau bahkan saat mempromosikan jasa, formula AIDA bisa digunakan untuk teknik penawaran untuk bisnis kamu.
Mungkin kamu pernah merasa bingung bagaimana cara memulai sebuah penawaran atau promosi agar audiens benar-benar mau memperhatikan apa yang kamu tawarkan. Nah, di sinilah peran formula AIDA.
Dengan memahami dan menerapkannya, kamu tidak hanya mampu menarik perhatian orang, tapi juga bisa meningkatkan potensi penjualan dan mendatangkan lebih banyak review positif untuk bisnismu.
Langkah pertama adalah memahami Attention, bagaimana kita menarik perhatian audiens sejak detik pertama. Tanpa perhatian, penawaran kita akan berlalu begitu saja tanpa meninggalkan kesan.
Ada banyak cara yang bisa digunakan. Kamu bisa mulai dengan pertanyaan yang relevan, pernyataan yang menggelitik, fakta menarik, atau menggambarkan sebuah masalah nyata yang dihadapi oleh target audiens.
Misalnya, dalam sebuah sinopsis buku tentang social media marketing, penulis membuka dengan beberapa pertanyaan yang langsung “menggelitik” memancing rasa penasaran pembaca. Pertanyaan ini tidak hanya menarik perhatian tapi juga membuat mereka merasa “ini gue banget.”
Contoh lainnya, saat mempromosikan produk di sebuah website, kamu bisa langsung menawarkan solusi spesifik atas masalah yang sering dialami audiens.
Atau dalam video, kamu bisa langsung menyebutkan permasalahan yang sering bikin penonton merasa relate. Intinya, gunakan pendekatan yang langsung menyentuh kebutuhan atau rasa ingin tahu mereka.
Baca Juga : Cara Memulai Affiliate Marketing dan Mendapatkan Uang
Setelah berhasil menarik perhatian, langkah berikutnya adalah Interest, yaitu bagaimana membuat audiens tetap bertahan dan semakin tertarik dengan apa yang kamu tawarkan.
Di tahap ini, kamu bisa mulai memperkenalkan produk atau jasa kamu dengan lebih jelas. Tekankan manfaatnya, keunggulannya, serta buat mereka bisa membayangkan bagaimana hidup mereka akan lebih baik setelah menggunakan produk atau layanan kamu.
Misalnya, dalam penulisan sinopsis buku, setelah pembukaan yang menarik, penulis mulai menguraikan manfaat yang akan didapat pembaca dari buku tersebut. Bukan sekadar membahas isi, tapi juga menunjukkan betapa lengkapnya materi dan betapa bermanfaatnya jika dipelajari.
Kamu juga bisa menampilkan fitur unik, hasil yang sudah terbukti, atau menggunakan storytelling yang membuat audiens merasa terhubung. Di sinilah kamu membangun imajinasi mereka, sampai mereka berpikir, “Kayaknya gue memang butuh produk ini.”
Selanjutnya adalah Desire, yaitu bagaimana menciptakan keinginan yang kuat di benak audiens untuk memiliki produk atau menggunakan layanan kamu.
Caranya? Tekankan lagi manfaat dan keunggulan produkmu. Tapi tidak berhenti di situ. Kamu bisa menggunakan testimoni, data sosial (seperti jumlah pengguna atau review positif), atau bahkan penawaran bonus yang membuat mereka merasa mendapatkan lebih dari sekadar produk.
Misalnya, kalau ada yang ragu soal kualitas, tunjukkan bukti nyata, baik dari testimoni pelanggan, ulasan, atau hasil penggunaan produk. Kalau ada yang merasa harganya terlalu mahal, kamu bisa tawarkan versi paket hemat atau bonus tambahan agar mereka merasa itu worth it.
Menurut pakar pemasaran seperti Tung Desem Waringin, salah satu kunci sukses penjualan adalah menghilangkan semua keraguan yang ada di pikiran calon pelanggan. Maka tugas kamu adalah mencari tahu potensi keraguan mereka dan membuangnya lewat strategi yang tepat.
Tahap terakhir, dan yang tak kalah penting, adalah Action. Setelah perhatian didapat, ketertarikan dibangun, dan keinginan muncul, kamu harus mengajak audiens untuk bertindak.
Apa yang kamu inginkan dari mereka? Apakah mereka membeli produkmu? Mendaftar di acara kamu? Mengikuti akun media sosialmu?
Jangan ragu untuk langsung memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan. Contohnya, di akhir sinopsis buku, ajakan bisa berbunyi, “Dapatkan segera bukunya dan pelajari cara membangun social media marketing yang efektif.”
Kalau kamu sedang menawarkan layanan, kamu bisa ajak mereka untuk langsung menghubungi kamu, melakukan pemesanan, atau mencoba layanan tersebut sekarang juga.
Jadi kesimpilannya adalah, formula AIDA ini bisa kamu terapkan di berbagai media seperti website, landing page, presentasi produk, iklan digital, hingga konten di media sosial.
Dengan memahami dan menerapkannya, kamu bisa membuat penawaran yang tidak hanya menarik tapi juga menggerakkan orang untuk mengambil tindakan.
Dan kalau kamu ingin belajar lebih dalam tentang digital marketing dan strategi copywriting lainnya, kamu bisa mengikuti kelas online Paket Lengkap Digital Marketing.
Di sana, kamu akan dipandu belajar digital marketing secara lengkap, detail, dan pastinya relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
Jangan biarkan penawaran kamu berakhir di “dilihat saja.” Terapkan formula AIDA, dan lihat bagaimana audiens kamu mulai tertarik, ingin tahu, dan akhirnya mengambil tindakan yang kamu inginkan.
Sumber Photo : Carlos Gil on Unsplash



